Home   Article   Peran Pola Asuh Dalam Membentuk Karakter Anak

Peran Pola Asuh Dalam Membentuk Karakter Anak

Berhasil mendidik anak-anak dengan baik sehingga menjadi orang yang sukses dan bahagia adalah impian semua orang tua dan guru. Karakter dan kepribadian seseorang terbentuk sebagian besar dari pengaruh pola asuh keluarganya. Walaupun nantinya seorang anak akan bersosialisasi dengan anak-anak lain di luar, namun peran keluarga lebih besar dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak.

A. Tipe pola asuh orang tua kepada anak
1. Pola Asuh Permisif
Jenis pola asuh yang cuek terhadap anak, biasanya pola asuh ini diakibatkan karena kesibukan orang tua dengan pekerjaannya atau urusan lainnya.
Anak yang diasuh dengan pola ini nantinya akan berkembang menjadi pribadi yang rendah diri, kurang perhatian, kurang menghargai orang lain, memiliki kontrol diri yang buruk, dan lain sebagainya.

2. Pola Asuh Otoriter
Pola pengasuhan anak ini bersifat pemaksaan, keras dan kaku. Dimana orang tua membuat berbagai aturan yang harus dipatuhi oleh anak-anak. Hukuman mental dan fisik sering diterima anak-anak dengan alasan agar anak patuh, disiplin dan menghormati orang tua.
Anak dengan teknik asuhan seperti ini biasanya tidak bahagia, selalu merasa ketakutan, mudah sedih, tertekan, membenci orang tua dan lainnya. Namun hasil didikan ini juga dapat berbanding terbalik, contohnya anak lebih mandiri, bisa menjadi sesuai keinginan orang tua, lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam menjalani hidup.

3. Pola Asuh Otoritatif
Pola asuh orang tua kepada anak ini memberikan kebebasan pada anak untuk berkreasi dan mengeksplorasi berbagai hal sesuai dengan kemampuan online casino anak dengan pengawasan yang baik dari orang tua.
Anak yang diasuh dengan teknik asuhan ini akan hidup ceria, menyenangkan, kreatif, cerdas, percaya diri, terbuka pada orang tua, tidak mudah stress, disukai lingkungannya dan lain sebagainya.

Mengutip apa yang diungkapkan oleh Dorothy Law Nolte mengenai cara membesarkan anak :
Jika anak dibesarkan dengan celaan, maka ia belajar memaki.
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, maka ia belajar berkelahi.
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, maka ia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, maka ia belajar menyesali diri.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, maka ia belajar mengendalikan diri.
Jika anak dibesarkan dengan motivasi, maka ia belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan kelembutan, maka ia belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, maka ia belajar percaya.
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, maka ia belajar menghargai diri sendiri.
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, maka ia belajar menemukan kasih dalam kehidupannya.

B. Beberapa Tips Cara Mendidik Anak Yang Baik
1. Baik ibu dan ayah harus kompak memilih pola asuh yang akan diterapkan, jangan berubah-ubah agar anak tidak menjadi bimbang.

2. Jadilah orang tua yang pantas diteladani anak dengan mencontohkan hal-hal positif dalam kehidupan sehari-hari.

3. Kedisiplinan tetap harus diutamakan dalam membimbing anak sejak kecil agar anak lebih mandiri, dihormati dan dihargai oleh masyarakat. Berikut contoh bentuk pengajaran kedisiplinan dan tanggung jawab pada anak adalah bangun tidur tepat waktu, membantu pekerjaan rumah tangga orang tua, belajar dengan rajin dan lainnya.

4. Tanamkan sejak dini pendidikan agama dan moral yang baik agar anak tumbuh menjadi anak yang saleh serta memiliki sikap dan perilaku yang baik.

5. Komunikasi yang lancar dan menyenangkan dengan batasan-batasan tertentu agar anak terbiasa terbuka berbicara kepada orang tua.

6. Hindari tindakan negatif pada anak seperti memarahi anak tanpa sebab, memerintah anak seenaknya, menjatuhkan mental anak, malas beribadah, membodohi anak, sering berbohong kepada anak, membawa stress kantor ke rumah, terlalu sibuk dengan pekerjaan kantor dan lain sebagainya.

Jadilah teladan bagi buah hati tercinta, pada mulanya anak belajar dari lingkungan terdekatnya yaitu keluarga. Mereka menyerap informasi dengan baik dari kelima indera mereka. Bukan saja dari perkataan orang tua tetapi sikap serta perilaku akan mereka serap juga tanpa kita sadari.

sumber :
http://www.organisasi.org/1970/01/jenis-macam-tipe-pola-asuh-orangtua-pada-anak-cara-mendidik-mengasuh-anak-yang-baik.html
http://www.annehira.com/salah-asuhan.htm
http://www.pendidikankarakter.com/peran-pola-asuh-dalam-membentuk-karakter-anak/

 

Share