Home   Article   TIPS MENGHADAPI ANAK YANG MALAS BELAJAR

TIPS MENGHADAPI ANAK YANG MALAS BELAJAR

Tak terhitung lagi berapa banyak orangtua yang mengeluh dan kecewa dengan nilai anaknya yang jelek karena malas belajar, dan sebaliknya tidak jarang juga kita menemukan situasi dimana anak yang ngambek atau menangis gara-gara selalu disuruh belajar.

Ada orangtua yang memarahi anaknya, mengancam dengan tidak akan membelikan hadiah kalau tidak belajar, membanding-bandingkan anaknya dengan anak lain atau bahkan ada orangtua yang menggunakan kekerasan dalam menegur (contohnya menjewer, menyentil, mencubit atau memukul). Jelas semua ini akan berpengaruh fisik maupun psikis siswa.

Penyebab malas belajar pada anak secara psikologis merupakan wujud dari lemahnya kondisi mental, intelektual, fisik dan psikis anak. Malas belajar timbul dari 2 faktor besar yaitu faktor intrinsik (dari dalam diri anak) dan faktor ekstrinsik (dari luar diri anak).

Faktor Intrinsik

Rasa malas belajar yang timbul dari dalam diri anak disebabkan karena kurang atau tidak adanya motivasi diri. Motivasi ini kemungkinan belum tumbuh dikarenakan anak belum mengetahui manfaat dari belajar atau belum ada sesuatu yang hendak dicapainya. Selain itu kelelahan dalam beraktivitas dapat berakibat menurunnya kekuatan fisik dan melemahnya kekuatan psikis.

Faktor Ekstrinsik

Faktor dari luar diri anak tidak kalah besar pengaruhnya terhadap kondisi anak untuk menjadi malas belajar. Beberapa hal yang mempengaruhinya adalah sikap orangtua yang tidak memberikan perhatian dalam belajar atau sebaliknya terlalu berlebihan perhatiannya sehingga menyebabkan anak malas belajar, suasana belajar di kelas yang tidak nyaman, tegang dan menakutkan bagi siswa tertentu, sikap teman-teman yang tidak mendukung dalam belajar di kelas, situasi dan kondisi rumah yang tidak mendukung, tidak tersedianya sarana belajar yang mendukung minat belajar anak.

Ada 6 langkah untuk mengatasi malas belajar pada anak dan membantu orangtua dalam membimbing dan mendampingi anak yang bermasalah dalam belajar, sebagai berikut :

1. Mencari informasi

Carilah situasi dan kondisi yang tepat untuk berkomunikasi secara terbuka dengan anak guna mencari informasi mengenai dirinya. Setelah itu ajaklah anak untuk mengungkapkan penyebab ia malas belajar.

2. Membuat kesepakatan bersama antara orangtua dan anak

Kesepakatan dibuat online casino untuk menciptakan keadaan dan tanggung jawab serta memotivasi anak dalam belajar bukan memaksakan kehendak orangtua. Kesepakatan dibuat mulai dari bangun tidur hingga waktu hendak tidur. Baik dalam rutinitas belajar, lama waktu belajar, jam belajar waktu libur sekolah, jam bermain, hadiah atau saksi yang harus diterima dan lain sebagainya. Kalaupun ada sangsi yang harus disepakati, biarlah anak yang menentukannya sebagai bukti tanggung jawab terhadap sesuatu yang disepakati bersama.

3. Menciptakan disiplin

Orangtua yang sudah terbiasa menampilkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari akan dengan mudah diikuti oleh anaknya. Orangtua dapat menciptakan disiplin dalam belajar yang dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan.

4. Menegakkan kedisiplinan

Menegakkan kedisiplinan harus dilakukan bilamana anak mulai meninggalkan kesepakatan yang telah disepakati. Hindari sangsi yang bersifat fisik (cont. Memukul dll). Untuk mengalihkannya gunakanlah konsekuensi yang logis yang dapat diterima oleh akal pikiran anak. Menegakkan disiplin pada anak tidak selalu dengan suruhan atau bentakan sementara orangtua melakukan aktivitas lain. Misalnya anak disuruh belajar dalam satu ruangan, sementara orangtua dalam melakukan aktifitas membaca koran/majalah.

5. Ketegasan sikap

Dilakukan dengan cara orangtua tidak lagi memberikan toleransi kepada anak atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan secara sengaja atau tidak jujur secara berulang-ulang. Dimana anak membantah dan menolak dengan alasan yang dibuat-buat.

6. Menciptakan suasana belajar

Menciptakan suasana belajar yang baik dan nyaman merupakan tanggung jawab orangtua. Setidaknya dalam memenuhi kebutuhan sarana belajar, memberikan perhatian dengan cara mengarahkan dan mendampingi saat belajar. Sebagai selingan orangtua dapat pula memberikan permainan yang mendidik agar suasana belajar tidak tegang dan tetap menarik perhatian.

Sumber bacaan

http://anaprivat.blogspot.com/

www.keluargabahagia.com

http://id.asnwers.yahoo.com

http://nadhirin.blogspot.co.id/2009/12/tips-mengatasi-anak-yang-malas-belajar.html

 

Share